kontroversi teranyar terjadi ketika dia menjual kaus oblong putih dengan logo swastika di tengahnya.
ada kekhawatiran di masyarakat terjadi investasi gagal dalam pengelolaan Danantara yang dapat merugikan nasabah Bank Himbara yang masuk ke Danantara.melainkan harus menjadi instrumen pembangunan nasional yang akan mengoptimalkan kekayaan Indonesia.

Apakah investasinya akan membuka banyak lapangan kerja dan melibatkan pihak ketiga atau swasta.Lihat Juga :Ekonom soal Danantara Diawasi Eks RI-1: Keterlaluan Kalau Ada KorupsiLalu.target pertumbuhan ekonomi mencapai 8 persen dinilai masih sangat jauh untuk bisa tercapai.

Jadi yang bisa diharapkan dari sisi multiplier effectnya.Ketakutan paling utamanya adalah imunitas Danantara yang tidak bisa diperiksa secara langsung oleh BPK maupun KPK.

meskipun nantinya banyak proyek yang digarap oleh Danantara tidak akan bisa menjadi motor utama penggerak perekonomian.
Catatan untuk DanantaraDirektur Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengatakan hadirnya Danantara bisa menjadi game changer.setiap produknya dibuat dengan tangan secara teliti dan penuh kesabaran.
sekaligus mendapatkan bimbingan dalam pengembangan bisnis.dia pun kembali pada hobinya dengan bergabung dalam komunitas perajut di Medan.
mencatatkan transaksi lebih dari Rp40 miliar dan berhasil merealisasikan kontrak ekspor mencapai US$90.dan mendaftarkan usaha secara resmi.



