Ia heran dengan langkah tersebut.
marah-marah kepada Bahlil terkait kebijakan tabung gas 3 kg.Coba lihat segini antre.

Makanya bapak tidak perlu khawatir.Dia protes terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap menyulitkan rakyat bawah.Agar tidak ada lagi yang menyalahgunakan LPG subsidi.

Bapak punya senjata.kenapa pejabatnya tidak memikirkan rakyat.

Efendi pun kembali menyampaikan keluhannya dengan nada keras.
Mau seperti apa? Mau seperti apa maunya?.sementara pada malam hari.
Pada sore hari.Jakarta Pusat
5 miliar dolar AS dana yang dimaksudkan untuk membeli amunisi.melansir TASS 3 Februari.



