17:54 | BERITA Abdel Malek Bouzid.
pemimpin harus berani memberi contoh walaupun mungkin tidak populer waktu itu Gus Dur belum populer.yakni mengerahkan kader untuk menjaga Gereja dan Vihara dari ancaman bom.

Vihara diancam mau di bom saya pun perintahkan Gerindra untuk menjaga Gereja dan Vihara-Vihara tersebut.pemerintah yang bebas dari penyelewengan dan korupsi.berani membangun suatu pemerintahan ke depan.

dalam kesejukan.Saya pun waktu saya menjadi Ketum Gerindra.

tapi beliau berani.
kalau ada kaum minoritas yang diancam justru NU lah yang tampil menjaga.dia mengatakan pihaknya melihat terbukanya peluang untuk menggabungkan pelantikan kepala daerah non sengketa dengan kepala daerah hasil putusan dismissal MK.
Kita bisa melakukan pelantikan antara 18.maka kita berpikir untuk menggabungkan itu.
yang kemudian difollow up dengan adanya revisi Peraturan Mahkamah Konstitusi yang mempercepat putusan sidang dismissal yang semula 13-15 Februari.itu beliau (Presiden Prabowo) memilih tanggal 20 (Februari).



