000 penerima yang tersebar di berbagai universitas negeri di Indonesia.
Perbedaan sumber data Google bisa saja mengambil data dari sumber atau penyedia informasi nilai tukar yang berbeda dari yang digunakan secara resmi.Menurut Pratama.

Google harus bertanggung jawab karena turut menyebarkan berita hoaks terkait nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang tidak sesuai dengan kenyataan.sehingga menyebabkan informasi yang ditampilkan menjadi tidak akurat.Google menampilkan data yang menunjukkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sebesar Rp 8.

JAKARTA Direktur Eksekutif Lembaga Riset Keamanan Siber dan Komunikasi (CISSReC).Kesalahan teknis Platform penyedia informasi nilai tukar seperti Google mungkin mengalami bug atau gangguan sistem yang menyebabkan tampilan data tidak akurat.

terutama terkait ekonomi dan keuangan.
02:02 Ia menduga ada empat kemungkinan penyebab kesalahan data yang ditampilkan Google:1.Kami berada dalam mode menunggu.
Pada akhir November.Kementerian Luar Negeri Rusia mengatakan kepada TASS.
BACA JUGA: | BERITA Inggris-Prancis-Jerman Kompak UNRWA Tidak Tergantikan dan Berupaya Wujudkan Solusi Dua Negara 31 Januari 2025.15:00 | BERITA Rusia Mungkin Cabut Pembatasan Persenjataan Nuklir Jika AS Terus Kembangkan Pertahanan Rudal 31 Januari 2025.



