Polri Tidak Tahan 7 PPLN Kuala Lumpur Kasus Pengurangan DPT Pemilu, Kenapa?

Polri Tidak Tahan 7 PPLN Kuala Lumpur Kasus Pengurangan DPT Pemilu, Kenapa?
Polri Tidak Tahan 7 PPLN Kuala Lumpur Kasus Pengurangan DPT Pemilu, Kenapa?

Wirda kemudian pindah ke Amerika Serikat setelah satu tahun bersekolah di Jordania.

Kata-kata yang gak pantas untuk orang no.wajar sih yang pada kabur ke LN aja.

Polri Tidak Tahan 7 PPLN Kuala Lumpur Kasus Pengurangan DPT Pemilu, Kenapa?

Ejekan childish dan ndasmu akan dinormalisasi serta dengan mudah ditiru anak-anak se-Indonesia.[ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/agr]Dia ngomong Ndasmu ditujukan kepada orang-orang yang mengkritik kerja dia.padahal kewajiban rakyat sebagai pemberi gaji harus mengkritik kinerja yang gak baik.

Polri Tidak Tahan 7 PPLN Kuala Lumpur Kasus Pengurangan DPT Pemilu, Kenapa?

Lewat akun Twitter pribadinya.Bayangkan pidato begini ditonton anak-anak se-Indonesia.

Polri Tidak Tahan 7 PPLN Kuala Lumpur Kasus Pengurangan DPT Pemilu, Kenapa?

Gue malu Presiden RI yang sudah berumur 73 tahun berpidato menggunakan gestur ala bocah nyenyenye (terlalu besar) dan ngomong.

Baca Juga: Dari Abu Dhabi Puan Ucapkan Selamat HUT Gerindra: Selamat Prabowo Ketum Lagi Oleh karena itu.hingga ketidakpuasan terhadap sistem politik dan hukum yang dirasa tidak adil.

BBC News Indonesia mewawancarai tiga anak muda Indonesia yang masing-masing memilih tinggal dan bekerja di Amerika Serikat.sulitnya mencari pekerjaan yang layak.

ada orang-orang yang sudah lebih dulu mencari kehidupan baru di luar negeri.Sejumlah faktor diduga menjadi pendorong di balik viralnya tagar ini.