di mana permintaan produk bambu sangat tinggi.
tim Subdit I Dittipidter bersama Direktorat Metrologi Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (Ditjen PKTN) Kementerian Perdagangan dan PT Pertamina Patra Niaga mendatangi SPBU tersebut untuk melakukan pengecekan.Nunung Syaifuddin menyebut bahwa SPBU dengan kode lokasi 34-43111 yang dioperasikan PT Prima Berkah Mandiri (PBM) menggunakan alat tambahan bernama Printed Circuit Board (PCB) pada alat pompa BBM.

Nunung mengatakan alat tersebut dipasang dan disembunyikan di kompartemen kosong antara kompartemen pompa dan kompartemen alat ukur BBM.pemilik SPBU diduga telah menimbulkan kerugian masyarakat sebesar Rp1.dan pertalite serta pertamax motor 1 unit.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan bahwa masyarakat menjadi pihak yang dirugikan dalam kasus ini lantaran takaran BBM yang diberikan tidak sesuai dengan yang dibeli.saat ini mulai memasuki masa lebaran.

Alat yang disembunyikan itu menyebabkan tidak terdeteksinya oleh petugas metrologi legal ketika melakukan kegiatan tera ulang setiap tahun.
diketahui bahwa SPBU tersebut telah melayani konsumen sejak 2005 dan mengoperasionalkan pompa merk Tatsuno produksi tahun 2005 untuk jenis biosolar 1 unit.Bukti tambahan yang dimaksud adalah kesaksian kakak Vadel yang lain.
Sampai titik darah penghabisan.Ada keterangan yang belum sempat Martin sampaikan ke penyidik saat terakhir kali bersaksi.
Penyidik juga langsung menahan Vadel Badjideh di hari yang sama setelah ditetapkan sebagai tersangka.Baca Juga: 3 Pria yang Dikira Pacar Baru Laura Meizani usai Hempas Vadel Baldijeh Sebagai pengingat.



