Tak Gentar untuk Terus Bersuara, Ade Armando: Lakum Dinukum Waliyadin

Tak Gentar untuk Terus Bersuara, Ade Armando: Lakum Dinukum Waliyadin
Tak Gentar untuk Terus Bersuara, Ade Armando: Lakum Dinukum Waliyadin

Survei Litbang Kompas dilakukan pada 4-10 Januari 2025 melalui wawancara tatap muka.

MATARAM - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sedang menyusun rencana zonasi kawasan konservasi Teluk Saleh di Pulau Sumbawa guna melindungi ekosistem biota hiu paus di sana.Data yang konkret bisa mempermudah proses diskusi dalam tahap diskusi kelompok terpumpun pada tingkat daerah.

Tak Gentar untuk Terus Bersuara, Ade Armando: Lakum Dinukum Waliyadin

sehingga masyarakat dapat memahami langkah-langkah yang diambil secara transparan.Skenario pembagian deliniasi ruang menjadi dasar dalam penentuan zonasi di Teluk Saleh.Muslim menegaskan pentingnya justifikasi berbasis data dalam proses penentuan zonasi.

Tak Gentar untuk Terus Bersuara, Ade Armando: Lakum Dinukum Waliyadin

pariwisata.Pemerintah daerah memastikan tidak ada irisan dengan area aktivitas nelayan dalam pembangunan deliniasi ruang di Teluk Saleh tersebut.

Tak Gentar untuk Terus Bersuara, Ade Armando: Lakum Dinukum Waliyadin

459 kilometer persegi dan panjang 282 kilometer yang membentang dari Kabupaten Dompu hingga Kabupaten Sumbawa kini menjadi primadona bagi wisatawan yang ingin melihat langsung aktivitas hiu paus.

Zonasi Teluk Saleh merupakan upaya pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga keberlanjutan biota hiu paus.sebagaimana dipantau melalui kanal YouTube Kemendes PDT di Jakarta.

yakni perwakilan kepala desa.sekurang-kurangnya Rp16 triliun.

Kepulauan Bangka Belitung.16:00 Sosialisasi itu dihadiri oleh berbagai pihak dari regional Sumatra.