?????????????????????Adapun kecelakaan terjadi di kawasan Palmerah.
?????????????????????Kondisi tiga roda yang dimaksud yakni mobil itu tanpa dilengkapi ban luar atau pelek (velg) pada roda depan sebelah kanan.?????????????????????Berdasarkan analisa rekaman CCTV.

?????????????????????Tidak ditemukan tanda-tanda kecelakaan lalu lintas yang terjadi sebelum mobil jatuh ke laut.?????????????????????sebut Ade.?????????????????????Kesimpulan itu diambil usai tim dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri dan penyidik memeriksa mobil dari jejak atau tols mark pada bumper depan dan belakang.

?????????????????????polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa mobil yang dikendarai Brigjen TNI (Purn) Hendrawan Ostevan saat insiden terjun ke perairan Marunda.?????????????????????Diperkirakan kecepatan mobil sesaat sebelum jatuh ke laut adalah 35 km per jam.

?????????????????????pensiunan tentara itu sempat mengendarai mobil dengan kondisi hanya tiga roda.
?????????????????????Ya fakta seperti itu didapatkan dari rekaman CCTV oleh penyidik selanjutnya dilakukan pendalaman.?????????????????????terpaksa dibatalkan akibat banjir yang merendam rel di petak antara Stasiun Gubug dan Stasiun Karangjati.
?????????????????????Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang.?????????????????????dan KA Argo Bromo Anggrek.
?????????????????????ujar Franoto dikutip ANTARA.?????????????????????Jalur perjalanan KA dari Semarang menuju Surabaya dan sebaliknya dialihkan melalui rute yang tidak terdampak banjir.



