untuk tetap menghormati orang yang sudah memberikan kepercayaan padanya
memang ini tercermin dari rendahnya proporsi penyaluran kredit perbankan.Kemudian berikutnya terkait dengan keterbatasan pembiayaan UMKM yang tercermin dari rendahnya proporsi penyaluran kredit perbankan dimana porsinya itu masih sekitar 19.

kalau kita belajar dari suatu negara lain memang dalam hal ini ee pembiayaan UMKM ini contohnya seperti Korea Selatan kemudian Jepang itu sangat tinggi.5% dan ini memang didominasi oleh sektor usaha utamanya pedagang besar dan eceran Nah ini mungkin yang menjadi PR bersama untuk apa namanya kita bisa tumbuh maju.Indonesia itu merupakan salah satu negara yang cukup luas tetapi kita melihat bahwa ada kesenjangan antar wilayah yang cukup tinggi di dalam pembangunan kita.

dan tentunya menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi inklusif Indonesia.program-program masyarakat miskin dan rentan itu akan diarahkan untuk menuju masyarakat kelas menengah.

Upaya intervensi juga dilakukan melalui kebijakan fiskal untuk mendukung UMKM yaitu terkait dengan pajak penghasilan.
Bagaimana mendaratnya itu adalah ada bagaimana kita strategi pengembangan wilayah dan setelah itu tidak lupa bagi kita adalah bagaimana kita mengendalikan pembangunan.Jadi di sini memang pembiayaan Ultra mikro itu yang sudah kita kenalkan tahun 2017 itu menjadi salah satu katalis untuk pembiayaan mikro untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Sebelum itu kami sampaikan dulu beberapa tantangan yang sedang kita hadapi dalam beberapa hari ini bahwa pertama adalah terkait dengan pertumbuhan inklusif di Indonesia memang ini masih relatif tertinggal dibandingkan negara lainnya.Sementara terkait dengan belanja negara untuk produktivitas.
Jadi pertama adalah bagaimana kita menyelaraskan sasaran kebijakan pertumbuhan inklusif.Jadi kalau kami sebenarnya di Bapenas menginginkan bahwa nanti kalau kita biarkan UMK itu langsung head to head dengan eh industri besar di internasional itu pasti akan susah bersaing.



